Lembaga Bahasa UNPAM Jajaki Kerja Sama dengan Altissia untuk Tingkatkan Kompetensi Bahasa Asing Mahasiswa
Published on: 3 Okt 2026

Berita
Tangerang
Selatan, 3 Oktober 2026 - Lembaga Bahasa Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar
rapat bersama Global Sinergi pada Sabtu (3/10/2026) pukul 11.00 WIB untuk
membahas pengembangan program pembelajaran bahasa asing melalui platform
Altissia. Pertemuan ini menjadi ajang pengenalan teknologi pembelajaran bahasa
berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus penjajakan
potensi kerja sama dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing di lingkungan
perguruan tinggi.
Rapat dibuka
dengan sambutan Kepala Lembaga Bahasa UNPAM, Sri Nitta, yang memaparkan
sejarah, struktur organisasi, bidang kerja, serta mitra strategis Lembaga
Bahasa, termasuk British Council dan Nawasena. Selanjutnya, Varel
memperkenalkan profil Altissia, sebuah platform pembelajaran bahasa yang
didirikan oleh Lembaga Bahasa Université Catholique de Louvain (UCLouvain),
Belgia.
Dalam
pemaparannya, Varel menjelaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris di Indonesia
masih belum merata sehingga diperlukan akselerasi peningkatan kompetensi bahasa
asing melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Altissia hadir
menawarkan solusi pembelajaran digital yang memadukan teknologi AI,
pembelajaran adaptif (adaptive learning),
dan metode blended learning yang mengacu pada standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Platform
Altissia menyediakan akses pembelajaran selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu,
dengan beragam modul akademik maupun profesional. Pengguna dapat mempelajari
hingga 26 bahasa asing tanpa biaya tambahan untuk mengakses bahasa lainnya.
Selain itu, platform ini dilengkapi
dengan dasbor pemantauan (monitoring
dashboard) dan sistem pelaporan bertingkat (multilevel reporting) yang memungkinkan institusi memantau
perkembangan kemampuan bahasa peserta didik secara terukur. Altissia juga
menyediakan pendampingan akademik, dukungan teknis, serta pelatihan bagi tenaga
pengajar melalui program Training of
Trainers (ToT).
Dari sisi
implementasi, program Altissia dapat disesuaikan dengan kebutuhan program studi
maupun unit kerja di perguruan tinggi. Pembelajaran dirancang berdasarkan
tingkatan CEFR, mulai dari A1 hingga C1, dengan sertifikat pada setiap level.
Program yang ditawarkan dapat berorientasi pada kebutuhan akademik maupun
persiapan memasuki dunia kerja, dengan durasi implementasi di kampus minimal
empat bulan.
Program tersebut
juga berpotensi mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi
mahasiswa yang tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Rangkaian kegiatan yang ditawarkan meliputi placement test, lokakarya kesehatan
mental untuk memperkuat pola pikir dan membangun kembali motivasi belajar bahasa,
lokakarya persiapan kerja bersama pelatih profesional internasional, serta
webinar internasional bersama penutur asli (native
speakers). Selain itu, tersedia kompetisi dan apresiasi bagi peserta dengan
tingkat pembelajaran tinggi serta ujian akhir (final test) yang dilengkapi sertifikat internasional dari Altissia
Belgia.
Sertifikat
pembelajaran diberikan pada setiap tahapan (stage)
bulanan dan diakhiri dengan sertifikat internasional. Sertifikat tersebut
dilengkapi kode batang (barcode) yang
terhubung langsung dengan Altissia Pusat serta dapat mencantumkan logo
perguruan tinggi sesuai permintaan. Dengan demikian, program ini menawarkan
dokumentasi capaian pembelajaran yang dapat mendukung rekognisi kompetensi
bahasa mahasiswa.
Selain
pengembangan pembelajaran bahasa, pertemuan tersebut juga membahas peluang
kolaborasi internasional melalui Virtual
Cross-Cultural Class dan Joint
Research antarkampus. Inisiatif ini membuka peluang bagi mahasiswa dan
sivitas akademika untuk memperluas wawasan lintas budaya serta mengembangkan
jejaring akademik internasional.
Dalam
pemaparannya, Altissia turut memperkenalkan sejumlah pengalaman kerja sama
dengan berbagai institusi, antara lain APTISI, Dinas Pendidikan Sumatra Barat,
serta kegiatan pelatihan bahasa Inggris bagi mahasiswa Universitas Indonesia
dengan tingkat kemampuan di bawah B2. Altissia juga memaparkan implementasi
program bersama sekolah mitra dan XL Axiata sebagai bagian dari pengembangan
ekosistem pembelajaran bahasa.
Melalui pertemuan
ini, Lembaga Bahasa UNPAM memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan platform pembelajaran bahasa digital
yang mengintegrasikan teknologi, pendampingan akademik, evaluasi kompetensi,
dan sertifikasi internasional. Pembahasan mengenai skema kerja sama yang
fleksibel diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang program yang sesuai
dengan kebutuhan program studi, unit kerja, serta pengembangan kompetensi
bahasa asing mahasiswa UNPAM.




