Lembaga Bahasa UNPAM Lakukan Benchmarking TOEIC ke LPB UMT
Published on: 23 Okt 2025

Berita
Tangerang, 23
Oktober 2025 — Lembaga Bahasa Universitas Pamulang (UNPAM) melakukan kunjungan
ke Lembaga Pengembangan Bahasa (LPB) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT)
dalam rangka kegiatan benchmarking pelaksanaan Test of English for
International Communication (TOEIC). Kegiatan ini bertujuan untuk
memperoleh informasi dan pembelajaran terkait sistem pelaksanaan serta
pengelolaan TOEIC sebagai salah satu bentuk sertifikasi kemampuan bahasa
Inggris yang diakui secara internasional.
Tim Lembaga
Bahasa UNPAM yang hadir dalam kunjungan ini terdiri atas Sri Nitta C.W.A.
selaku Kepala Lembaga Bahasa UNPAM, Bambang Irawan selaku Kepala Bidang
Pelatihan dan Tes, Amirudin selaku Kepala Bidang Pengembangan SDM, serta Laksmy
Ady Kusumoriny selaku Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan.
Kedatangan tim
UNPAM disambut dengan hangat oleh Direktur LPB UMT, Abdurrosyid, S.S., M.EIL.,
Cert. TA., Ph.D., beserta jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, pihak LPB UMT
memaparkan berbagai aspek pelaksanaan TOEIC di lingkungan UMT, mulai dari
mekanisme kerja sama dengan penyelenggara resmi hingga strategi pelatihan bagi
mahasiswa.
LPB UMT
merupakan Authorized Test Center TOEIC yang bekerja sama dengan
International Test Center (ITC) sebagai penyelenggara resmi TOEIC di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, LPB UMT secara rutin menyelenggarakan tes TOEIC
sebanyak tiga kali dalam satu tahun, melibatkan mahasiswa dari berbagai
fakultas.
Selain menjadi
penyelenggara tes, LPB UMT juga memberikan pelatihan persiapan TOEIC kepada
mahasiswa sebelum pelaksanaan ujian. Program pelatihan ini dilaksanakan
sebanyak tiga kali pertemuan, masing-masing berdurasi 90 menit, yang berfokus
pada strategi menghadapi bagian Listening dan Reading — dua
komponen utama dalam TOEIC yang diujikan di UMT.
Kepala LPB UMT
menjelaskan bahwa pemilihan TOEIC sebagai alat ukur kemampuan bahasa Inggris
didasarkan pada karakteristik student body UMT yang sebagian besar
merupakan mahasiswa yang sudah bekerja. “Sebagian besar mahasiswa kami adalah
karyawan, sehingga mereka lebih membutuhkan sertifikat TOEIC karena lebih
relevan untuk kebutuhan profesional dan dunia kerja,” ujarnya.
Selain itu,
pelaksanaan TOEIC juga dipilih karena memberikan rekognisi internasional serta
menjadi nilai tambah dalam proses akreditasi program studi dan institusi.
Melalui kegiatan
benchmarking ini, Lembaga Bahasa UNPAM berharap dapat mengadopsi praktik
baik yang telah diterapkan LPB UMT dalam penyelenggaraan TOEIC, sehingga dapat
memperkuat kualitas layanan pengujian dan pelatihan bahasa Inggris di
lingkungan Universitas Pamulang.




